Selasa, 22 Februari 2011

Pengumuman Final PPTK 2011

PENGUMUMAN
Nomor :B. 58/BPSDMKP.04/TU.210/II/2011

TENTANG
PENETAPAN PENYULUH PERIKANAN TENAGA KONTRAK (PPTK)
PUSAT PENYULUHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN PENGEMBANGAN SDM KP
PENDAMPING PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA MINA PEDESAAN (PUMP)
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TAHUN 2011


Dalam rangka mewujudkan visi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk Menjadikan Indonesia Sebagai Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar Tahun 2015, diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mengelola sumber daya kelautan dan perikanan secara efisien dan berkesinambungan demi kesejahteraan bangsa Indonesia.  Sumber daya manusia yang handal dan professional merupakan modal dasar bagi pembangunan kelautan dan perikanan.
Mencermati visi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menjabarkan peningkatan target kuantitatif secara terukur serta sasaran strategis Pusat Penyuluhan KP, yaitu:  Meningkatnya sektor kelautan dan perikanan khususnya pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan melalui Program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) dan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) tahun 2011, diperlukan program pendampingan oleh SDM yang berkualitas, andal serta berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis.
Dalam rangka mewujudkan sasaran strategis dimaksud, maka ditetapkan dua indikator kinerja yang harus diwujudkan oleh Pusat Penyuluhan KP, yaitu:
  1. Indikator keberhasilan outputs antara lain :
    • Terfasilitasinya Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) kepada 4.144 Kelompok Usaha Kelautan dan Perikanan (KUKP);
    • Terfasilitasinya penguatan kapasitas dan kelembagaan KUKP melalui pendampingan;
  2. Indikator outcomes antara lain :
    • Peningkatan pendapatan dan penumbuhkembangan kewirausahaan perikanan;
    • Peningkatan kesejahteraan masyarakat pelaku utama/pelaku usaha perikanan di pedesaan;
    • Tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat, menyerap tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan di pedesaan.
Pada tahun 2011, Pusat Penyuluhan KP, BPSDM KP menetapkan  Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak Pendamping Program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Kementerian Kelautan Dan Perikanan dengan ekspetasi mendukung kelancaran pelaksanaan program di kabupaten/kota
                                   
 Jakarta, Februari 2011
                                     
          
Pusat Penyuluhan KP      
     
Selengkapnya dapat didownload pada lampiran di bawah ini :
  1. DAFTAR NAMA PPTK PENDAMPING PUMP TAHUN 2011
  2. PEMBEKALAN PPTK PENDAMPING PUMP TAHUN 2011
Selanjutnya..

Kamis, 17 Februari 2011

Regulasi bagi Penyuluh Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan

Berkenaan dengan telah terbitnya regulasi bagi penyuluh perikanan mengenai :
  1. Surat Edaran dari Kementerian Keuangan terkait Tunjangan Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan, dapat Klik disini;
  2. Surat Edaran Badan Kepegawaian negara terkait penjelasan Perpres No. 55 tahun 2010 tentang Batas Usia Pensiun Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, dapat di Klik disini; dan 
  3. Surat Badan Kepegawaian Negara tentang Perpanjangan Masa Inspassing Penyuluh Perikanan dapat di Klik disini. 
Selanjutnya..

Panen Lele Berusia 45 Hari

Kelompok pembudidaya ikan kota Cirebon berhasil panen lele membantu dari Dirjen Budidaya Perikanan KementerianKelautan dan Perikanan (KKP).

Lele yang dipanenhanya berusia 45hari. "Kami panen cepat dan bedasarkan perhitungan besarnya sudah cukup yakni sekitar12 ekor untuk satu kilogram," kata Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) kota Cirebon Enjo Suharjo kepada wartawan, seperti dikutip Antara akhir pekan lalu.

Dikatakannya,panen dipercepat juga dimaksudkan guna menghindari jangan sampai terlalu banyak yang setres dan mati karena cuaca panas.

Ia menjelaskan, Dirjen Budidaya Perikanan KKP memberi bantuan kepada 75 paket lele di kota Cirebon. Satu paket berupa terpal untuk kolam ukuran 5x10 meter, benih ikan sebesar rokok sebanyak 6500 ekor dan pakan sebanyak 650 kilogram.

Enjo menuturkan pengalamannya memelihara ikan sebanyak itu yang mati sekitar 20%. "Hasilnya diharapkan paling sedikit 300 kilogram dan dijual Rp 10 ribu per kilogram," katanya.

Keuntungan memelihara ikan lele dalam kolam terpal, kata Enjo, terhindar dari hama dan penyakit bila dibandingkan dilepas di kolam tanah.

Selain itu, bisa memanfaatkan pekarangan rumah yang sesuai dengan kota Cirebon yang tergolong sempit.

"Sedangkan untuk pemasaran ikan lele masih cukup baik, buktinya begitu kita panen pembeli sudah datang langsung, "katanya.

Upaya peternak ikan lele Cirebon itu juga ikut mendukung program pemerintah menjadi negara penghasil ikan terbesar dunia pada 2015.

Sementara itu Penyuluhan Perikanan Kota Cirebon Nanang mengatakan, sebanyak 75% unit kolam bantuan Dirjen Budidaya Perikanan tersebut berjalan baik.

"Kita saksikan hari ini, salah satu paket bantuan tersebut justru dipanen lebih awal karena sudah memenuhi syarat dari segi berat ikan. Anjuran sekitar dua sampai tiga bulan panen ternyata tidak perlu Cukup 45 hari sudah bisa dipane," katanya.

Sebelumnya Pelaksana tugas (Pit) Dirjen Perikanan budidaya KKP Ketut Sugema mengatakan, paket bantuan kepada pembudidaya merupakan alokasi dan dana APBN untuk KKP tahun 2010. Bantuan itu diberikan kepada kelompok tani, perseorangan, maupun sarjana yang baru lulus kuliah.

"Paket dialokasikan untuk menciptakan lapangan kerja baru. Kalau paket berhasil, kita akan tingkatkan di tahun 2011. Alokasi anggaran untuk perikanan budidaya memang ditambah," kata Ketut.

Ketut mengatakan, perikanan budidaya air tawar yang paling cepat panen adalah lele disusul patin, dan nila. Sedangkan perikanan budidaya air laut yang potensial di pasar ekspor adalah kerapu.

"Ada udang dan bandeng yang tetap potensial dan menjadi primadona kita untuk pasar ekspor," kata Ketut

Ketut menambahkan, perikanan budidaya yang akan dikembangkan dalam skala besar berupa minapolitan. Kini, KKP telah menetapkan dan menjalankan 24 kawasan minapolitan.

Kawasan minapolitan itu akan dikelola secara terpadu di mana sektor hulu dan hilir menyatu.

"Di satu kawasan ada uasaha hulu yang produksi dan usaha hiril untuk pengelolanya. Sudah saatnya kita mengembangkan usaha terpadu agar produk yang kita ekspor sudah punya nilai tambah," kata Ketut.

Dia menambahkan, dari24 minapolitan percontohan tersebut 11 diantaranya sudah memiliki master plan.

Pihaknya mengharapkan 13 kawasan minapolitan lainnya dapat menyusul untuk memiliki masterplan namun jika hal itu dilakukan sekarang maka sudah terlambat.

"Kalau memang potensinya berkembang maka akan dipercepat. Namun kalau memang sulit dikembangkan maka akan dipindahkan ke daerah lain," katanya, (ant/jjr)

SUMBER INVESTOR DAILY 14 FEBRUARI 2011 HAL 7
Selanjutnya..

Budidaya Ikan Gurame pada Kolam Terpal

Budidaya ikan merupakan peluang usaha yang tidak pernah mati, kebutuhan ikan di masyarakat terus meningkat dan semakin meluas, sementara pasokan belum mencukupi. Salah Budi Daya Ikan yang menjanjikan keuntungan adalah Ikan Gurameh, atau sebutan lain Ikan Guramih. Ikan Guramih merupakan ikan yang banyak digemari oleh masyarakat kita. Aneka masakan berbahan dasar ikan guramih dengan mudah bisa didapatkan di restoran, warung makan bahkan kaki lima. Di pasar tradisional dan pasar modern juga banyak tersedia ikan guramih mentah siap masak dalam segala macam ukuran. Rasa ikan guramih yang terkenal paling enak diantara ikan tawar telah menjadikan ikan ini sebagai komoditas yang menjanjikan peluang bisnis. Harga ikan guramih siap konsumsi juga relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ikan jenis lain sekitar 20-30 ribu per kilogram. Sehingga Budi Daya Ikan Guramih banyak dipilih oleh masyarakat.Peluang usaha budi daya ikan guramih dapat dilakukan pada skala usaha mikro, usaha kecil dan menengah maupun skala besar. Karena modal usaha yang dibutuhkan juga bisa dari kecil hingga besar. Usaha budi daya ikan guramih ini pada dasarnya bisa dilakukan dalam skala rumah tangga sehingga sangat terbuka bagi siapa saja. Bagi sebagian kita yang tidak memiliki lahan yang cukup luas dan air yang melimpah mungkin akan merasa tidak mungkin menggeluti bisnis budi daya ikan guramih ini. Dengan menggunakan kolam terpal hal tersebut dapat diatasi dan mungkin dilakukan.

    Ikan Guramih memang memerlukan lahan dan air yang cukup agar dapat hidup dan berkembang dengan baik dan optimal. Dengan menggunakan kolam terpal pada lahan yang sempit dan investasi yang tidak mahal , kita bisa melakukan budi daya ikan guramih. Budi daya Ikan Gurameh dengan Kolam terpal hanya membutuhkan sedikit air karena air sebagai tempat hidup berasal dari air sumur atau air PAM. Bisnis budi daya ikan guramih dapat dilakukan oleh siapa saja dan bisa dijadikan sebagai usaha sambilan bagi karyawan, mahasiswa atau orang yang sudah memiliki bisnis lain.

    Karena prosesnya yang sederhana dan hanya memerlukan sedikit ketelatenan, selain itu budi daya ikan guramih pada kolam terpal bisa dijadikan sebagai hiburan. Memberi makan dan memandangi ikan guramih pada pagi dan sore menjadi kesenangan tersendiri bagi sebagian orang. Keunggulan lain budi daya ikan guramih pada kolam terpal adalah mempermudah memutus mata rantai penyakit pada ikan guramih. Kolam terpal bisa dikuras dan dikeringkan dengan mudah sewaktu-waktu, sehingga penyakit yang ada pada kolam dapat dihilangkan dengan lebih mudah.

Kebutuhan Budi Daya Guramih Kolam Terpal
    Kolam ikan guramih dengan terpal ini dapat dibuat fleksibel sesuai dengan lahan yang dimiliki dan bisa ditempatkan di mana saja. Bisa di pekarangan rumah, sawah atau tempat lain yang tersedia. Tentu saja kolam dengan ukuran kecil hanya mampu menampung ikan guramih dalam jumlah yang tidak banyak. Jika terlalu banyak ikan dalam kolam maka pertumbuhannya tidak bisa optimal bahkan mengalami kematian. Selain itu ukuran ikan guramih juga menjadi pertimbangan berapa jumlah ikan yang dipelihara dalam kolam. Untuk ukuran kolam 1m2 dengan kedalaman 90 cm kira-kira bisa diisi dengan 10 ekor guramih dengan berat 2.5 ons. Seiring dengan pertumbuhan ikan guramih tentu jumlahnya harus dikurangi. Jika tidak maka perlu penambahan filter air yang memadai, caranya adalah dengan mengalirkan air kolam terpal dengan pompa ke suatu sistem filter, setelah melalui filter air masuk kembali ke kolam.
    Model pembuatan Kolam terpal sebagai tembat budi daya ikan gurame bisa dibuat dua jenis, yang pertama adalah dengan menggali tanah dengan kedalaman tertentu biasanya sekitar 90 cm, kemudian Terpal dipasang pada tanah galian tersebut. Cara Kedua adalah dengan memasang terpal pada permukaan tanah ( tidak menggali tanah), dengan bantuan rangka dari besi atau kayu ,terpal dirangkai menyerupai bak. Cara pertama beban terpal tidak terlalu berat sewaktu diberi air, cara kedua memudahkan kita melakukan penggantian dan pembersihan kolam. Dengan selang kita bisa menyedot kotoran-kotoran kolam terpal dengan mudah. Pada budi daya ikan gurame kolam terpal ini kotoran ikan gurame perlu dikeluarkan (shiftpond), agar kesehatan dan kebersihan air tetap terjaga.

Proses Budi Daya Guramih Kolam Terpal
    Setelah kolam terpal selesi dibuat langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan ikan guramih, akan tetapi sebelum ikan guramih dimasukkan perlu dipastikan terlebih dahulu kolam dalam kondisi bersih dari penyakit dan zat-zat berbahaya. Terpal mengandung unsur kimia untuk pewarnaannya, maka sebelum dipasang perlu dicuci dan dibersihkan. Untuk membunuh patogen kolam yang telah terisi air ditaburi garam 2 ons/m3. Pastikan juga ikan guramih yang akan dibudidayakan tidak mengandung bibit penyakit. Jika ada guramih yang terkena penyakit perlu dikarantina terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kolam.

    Proses selanjutnya adalah memberi makan. Ikan guramih diberi makan 2 kali dalam sehari dengan pellet dengan kandungan protein 25% sampai dengan 30 %. Frekuensi pemberian makan lebih baik dalam frekuensi yang banyak tetapi dalam jumlah sedikit-sedikit daripada dalam frekuensi sedikit tetapi jumlahnya banyak. Selain Pelet makanan untuk ikan guramih bisa ditambahkan daun-daunan dan sayuran. Daun-daunan dan sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan guramih.

    Pada budi daya ikan guramih dengan terpal ini perlu dihindari pemberian makanan yang berlebihan, jika ada makanan yang tersisa harus segera dibuang. Makanan ikan dan kotoran ikan yang ada di kolam mengandung zat amoniak yang dalam jumlah tertentu bersifat racun bagi guramih. Selain memberi makan dengan jumlah dan frekuensi teratur hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas air. Meski guramih cukup tahan dengan air yang tidak baik tetapi air perlu dibersihkan dan diganti sebagian(30%) secara periodik. Biasanya penggantian dilakukan satu minggu sekali dengan melakukan shift pond. Air disedot keluar dengan selang atau pompa, kotoran keluar melalui selang tersebut, kemudian diisi kembali dengan air baru. Lebih bagus lagi jika kolam diberi aerator atau filter untuk menambah kadar oksigen dan membersihkan kotoran secara otomatis.

Masa Panen Guramih
    Masa panen adalah masa yang ditunggu pada budi daya ikan gurameh ini. Guramih bisa dipanen sesuai dengan kebutuhan. Untuk tujuan pembenihan, guramih dapat dijual pada ukuran berapapun. Untuk ukuran tabur 2.5 ons dalam waktu sekitar 5 bulan bisa dipanen sebagai guramih konsumsi dengan berat 6 sampai 7 ons. Masa panen ini bisa dipersingkat lagi karena permintaan pasar cenderung menyukai guramih dengan ukuran 5 ons. Berat pada masa panen ini juga bisa meningkat dengan pemberian pakan yang baik dan frekuensi yang lebih sering serta kondisi air yang lebih baik. Melihat proses yang sederhana dan permintaan yang terus meningkat, menjadikan budi daya guramih pada kolam terpal menjadi peluang bisnis bagi siapa saja yang berminat.(Galeriukm).


Sumber : http://airlanggastudyclub.com
Selanjutnya..

Budidaya Ikan Lele

Ikan Lele merupakan keluarga Catfish yang memiliki jenis yang sangat banyak, diantaranya Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Phyton, Lele Sangkuriang dan lain-lain. Pada tulisan terdahulu sudah dituliskan mengenai Budi Daya Ikan Guramih Pada Kolam Terpal, pada kesempatan ini akan dibahas BUDI DAYA IKAN LELE DUMBO pada Kolam terpal. Budi Daya Ikan Lele dumbo relatif lebih mudah dan sederhana jika dibandingkan dengan budi daya guramih. Pada dasarnya metode Budi Daya ini adalah solusi untuk beberapa kondisi antara lain lahan yang sempit, modal yang tidak terlalu besar dan solusi untuk daerah yang minim air. Lele Dumbo merupakan ikan yang memiliki beberapa keistimewaan dan banyak diminati orang.Aneka masakan dari lele bisa diperoleh dengan mudah, rasa daging yang lezat dan gurih membuat bisnis budi daya lele menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan keuntungan. Selain itu Lele dumbo lebih mudah dipelihara dan cepat dalam pertumbuhannya. Dengan kondisi air yang “buruk” Lele dumbo bisa bertahan hidup dan berkembang dengan baik, dengan demikian solusi pemeliharaan lele dumbo dengan terpal menjadi alternatif yang perlu dicoba. Budi Daya Ikan Lele dumbo dengan Kolam terpal mendatangkan peluang usaha yang cukup menjanjikan dan tidak memerlukan modal usaha yang besar. Analisis budi daya Lele Dumbo dapa dilakukan dalam berbagai model untuk konsumsi dan pembibitan.

Model Budi Daya Lele Dumbo
     Peluang usaha Budi daya lele dumbo dengan kolam terpal dapat dilakukan dalam beberapa bentuk antara lain, tujuan pembibitan dan tujuan konsumsi. Budi daya Ikan Lele Dumbo sebagai bibit merupakan upaya memenuhi kebutuhan bibit yang terus meningkat seiring dengan permintaan Ikan Lele Dumbo Konsumsi. Budi Daya Ikan Lele Dumbo Konsumsi merupakan upaya memelihara Ikan Lele Dumbo sampai ukuran dan bobot tertentu. Biasanya dari berat 1 ons per ekor ikan lele dumbo sampai 1 kg per ekor. Ukuran Lele Dumbo 1 Kg /ekor ke atas biasanya digunakan pada kolam pemancingan yang berisi Lele dumbo.
Salah Satu Model Kolam Terpal Lele Dumbo


Budi Daya Lele Dumbo Untuk Pembibitan
Peluang Usaha Budi Daya Lele dumbo Untuk tujuan pembibitan bisa dilakukan antara lain:
  • Pemijahan dan penetasan telur lele dumbo, setelah menetas bisa dijual kepada peternak lain untuk dibesarkan atau dipelihara lagi sampai besar. Karena bibit lele dumbo baru menetas sudah bisa dijual, sehingga merupakan peluang usaha bagi yang memilih menekuni bidang ini. Jika lahan yang tersedia sempit solusi ini bisa menjadi alternatif. Modal untuk usaha ini hanya tempat dan indukan lele dumbo. Bibit Lele dumbo baru menetas biasanya dihargai berdasarkan perkiraan jumlah anakan Lele Dumbo, yang ditentukan berdasarkan bobot induk dan jumlah induk Lele Dumbo.
  • Penyediaan Bibit Ukuran 2-3 cm, dalam kurun waktu satu bulan setelah menetas bibit lele dumbo telah mencapai ukuran 2-3 cm dan siap untuk dijual ke pasaran. Pembesaran benih lele dari menetas hingga ukuran ini idealnya ditempatkan pada kolam lumpur atau sawah, sehingga memerlukan lahan yang relatif luas. Meski di kolam terpal tetap bisa dilakukan tetapi tidak bisa dalam jumlah yang besar, meski demikian peluang usaha tetap terbuka. Pembesaran Lele Dumbo pada bak atau kolam terpal pada ukuran ini memerlukan makanan tambahan berupa pelet buatan pabrik.
  • Penyediaan Bibit ukuran 5-7 cm, pada ukuran 5-7 cm benih lele dumbo siap dijual sebagai bibit yang mendatangkan peluang usaha. Biasanya ukuran ini dipelihara oleh peternak sampai ukuran layak konsumsi.

Pemeliharaan Lele Dumbo Untuk Konsumsi
     Lele dumbo untuk keperluan konsumsi biasanya dipelihara mulai dari ukuran 5-7 cm atau lebih besar, untuk hasil panen cepat bisa dilakukan dalam waktu 2 bulan dengan pemberian makanan yang ekstra dan optimal. Peluang usaha budi daya lele dumbo untuk konsumsi ini relatif lebih mudah karena ukuran lele yang besar lebih tahan terhadap penyakit, dan tingkat hidup lebih tinggi. Untuk mendapatkan ukuran lele dumbo yang lebih besar memerlukan waktu 3 sampai 4 bulan.

Persiapan Pembuatan Kolam Terpal
     Persiapan untuk budi daya lele dumbo dengan kolam terpal meliputi persiapan lahan kolam , persiapan material terpal ,dan persiapan perangkat pendukung. Lahan yang perlu disediakan disesuaikan dengan keadaan dan jumlah lele yang akan dipelihara. Untuk Pembesaran sampai tingkat konsumsi bisa digunakan lahan dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter, yang bisa diisi dengan 100 ekor lele dumbo ukuran 5-7 cm. Model pembuatan kolam bisa dengan menggali tanah kemudian diberi terpal atau dengan membuat rangka dari kayu yang kemudian diberi terpal. Cara pertama lebih membuat terpal tahan lebih lama.

Pemeliharaan Lele Dumbo
     Pertama kali kolam terpal diisi dengan air yang tidak terlalu dalam terlebh dahulu, untuk lele dumbo ukuran 5-7 cm bisa diisi air 40 cm terlebih dahulu, agar ikan tidak terlalu capek naik dan turun dasar kolam untuk mengambil oksigen, seiring dengan bertambahnya usia dan ukuran kedalaman air ditambah. Perlu disediakan pula rumpon atau semacam perlindungan untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah yang tertutup.
     Pemberian pakan dilakukan dengan pemberian pelet sehari dua kali, lebih bagus lagi lebih dari dua kali tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Jika di lingkungan tersedia pakan alami seperti Bekicot, kerang, keong emas, rayap dan lain-lain, bisa diberikan makanan alami tersebut. Makanan alami selain bisa menghemat pengeluaran juga memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga pertumbuhan lele dumbo lebih cepat. Selain itu ada beberapa teknologi yang bisa dipakai untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele dan ikan lainnya.
     Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air yang kotor. Pada usia satu bulan atau jika diperlukan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.

Sumber : Galeriukm.web.id
Selanjutnya..

Budidaya Ikan Nila GIFT

  Ikan Nila GIFT (Oreochromis niloticus bleeker) merupakan jenis ikan air tawar yang mudah dikembangbiakan dan toleransinya yang tinggi terhadap perubahan lingkungan maupun kemudahan pemeliharaannya. Rasanya cukup gurih dan d i gemari masvarakat Indonesia.
    Jenis Ikan Nila diantaranya Citralada, tralada, lokal dan Nila GIFT yang masuk ke Indonesia pada tahun 1984 dan 1996 dari ICLARAM Philipina melalui Balai Penelitian Perikanan Air Tawar (Balitkanwar).
Teknik pembesaran Ikan Nila terapannya sangat mudah dilakukan sekali, baik dilakukan. skala rumah tangga atau skala besar (perusahaan). Tempatnya pun dapat dilaksanakan pada kolam tanah, kolam tembok dan Keramba jaring Apung (KJA).
    Untuk pemasarannya sangat luas baik dalam negeri maupun luar negeri (ekspor) seperti masyarakat Jepang dan Singapura, terutama ukuran yang berat badannya di atas 500 gram. Bagi konsumsi dalam negeri akan banyak menunjang usaha perbaikan gizi keluarga.
Dilihat dari prospeknya, baik dalam maupun luar negeri sangat menjanjikan, sehingga perlu langkah yang pasti untuk meningkatkan produksi agar kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri dapat terpenuhi.

PEMBESARAN IKAN NILA GIFT
Teknik pembesaran Ikan Nila GIFT terapannya ada. 3 (tiga) macam, yaitu :

A. MONOCULTURE (Pemeliharaan Tunggal).
   Luas lahan kolam pembesaran bervariasi, tergantung lahan yang tersedia. Dapat berupa kolam tanah, kolam. berdinding tembok, Kolam Air Deras (KAD) dan Keramba Jaring, Apung (KJA).
Air yang digunakan untuk pemeliharaan harus bebas polusi baik yang berasal dari limbah industri, pertanian maupun Limbah rumah tinggal. Debit air 1- 5 It/ detik untuk luas selahan 100 m2.


B. POLYCULTURE (Pemeliharaan Campuran dengan Ikan lain).

   Pemeliharaan Ikan Nila dapat juga dilakukan secara polyculture (campuran) dengan jenis ikan lain, syaratnya ikan yang dimasukkan tidak merupakan pesaing (kompetitor) atau pemangsa (predator) bagi ikan Nila. jenis serta prosentase masing-masing ikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :














C. Terpadu Longyam(BalongAyam) dan Unggas lainnya.
   Untuk meningkatkan produksi, pemeliharaan Ikan Nila dapat dilakukan bersama dengan pemeliharaan unggas. Berdasarkan dari pengalaman yang sudah banyak dilakukan, pemeliharaan Ikan Nila yang menguntungkan bila dipadukan dengan ayam petelur.

3. PERSIAPAN KOLAM
  1. Persiapan Kolam pemeliharaan Ikan Nila meliputi :
  2. Pengeringan kolam;
  3. Perbaikan pematang, saluran pemasukkan dan pengeluaran;
  4. Pengapuran dengan ukuran 25-1000 gram/m2;
  5. Pemupukan dengan pupuk kandang 500 gram/ M2, urea 15 gram/ m2 dan TSP gram/ m2.;
  6. Pengisian air kolam;
  7. Dapat dilakukan penyemprotan dengan pestisida;
  8. Untuk mencegah h.ewan/ ikan lain masuk, maka dapat dipasang saringan pada pintu masuk air;
  9. Masukkan air sampai kedalaman 80 - 150 cm, kemudian tutup pintu pemasukkan dan pengeluarannya, biarkan air tergenang;
  10. Penebaran Ikan Nila dilakukan setelah 5 - 7 hari pengisian air kolam.
4. PENEBARAN BENIN IKAN NILA
   Ukuran benih Ikan Nila yang disebarkan berukuran 8 - 12 cm atau ukuran berat 30 gram/ ekor dengan padat tebar 5 - 10 ekor/ m2 serta lama pemeliharaan, 6 bulan hingga ukuran berat Ikan Nila mencapai 400 - 600 gram/ekor. Atau juga, untuk padat penebaran benih Ikan Nila dapat dilihat di bawah ini :















5. PEMBERIAN MAKANAN
  Komposisi makanan yang diberikan untuk Ikan Nila selain makanan alami dapat diberikan makanan tambahan. yang diusahakan secara intensif, yaitu berupa dedak, ampas kelapa, pellet atau sisa-sisa makanan dapur.

• Pada dasarnya pemberian pakan terdiri dari:
• Protein 20-30%;
• Lemak 70% (maksimal.);
• Karbohidrat 63 - 73%.
• Pakanyaberupa hijau-hijauan diantaranya adalah :
• Kaliandra;
• Kalikina atau kecubung;
• Kipat,
• Kihujan.

6. PENYAKIT
   Penyakit Ikan Nila yang, paling serius adalah yang disebabkan oleh lingkungan dan keadaan yang tidak menyenangkan, seperti terlalu padat, kekurangan makanan, penanganan yang kurang baik dsb. Penanggulangan yang paling baik dan efektif dengan cara memberikan kondisi yang lebih baik pada kolam ikan tersebut.
   Sekali kolam ikan terlanda penyakit yang, serius biasanya terlambat untuk melakukan tindakan apapun. Penyembuhan dengan memberikan antibiotic atau fungisida ke seluruh kolam memerlukan biaya yang cukup mahal.
   Oleh karma itu melakukan pencegahan akan lebih murah dibandingkan dengan melakukan pengobatan, yaitu dengan jalan lain melakukan pengeringan pada kolam dan melakukan penyiapan dari permulaan.

7. PEMANENAN
  Setelah masa pemeliharaan 4 - 6 bulan, Ikan Nila dapat dipanen. Pada saat panen total ukuran ikan bervariasi di atas 50 gram/ ekor.
  Sistem pemanenan dapat juga dilakukan secara bertahap, dimana hanya dipilih ukuran konsumsi (pasar). Pada tahap pertama dengan menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.
Teknik memanen yang paling mudah dan murah dengan cara mengeringkan kolam secara total atau sebagian. Bila ikan dipanen secara keseluruhan, maka kolam dikeringkan sama sekali. Akan tetapi apabila akan memanen sekaligus maka hanya sebagian air yang dibuang.
   Selama panen air segar perlu dialirkan ke dalam kolam untuk mencegah agar ikan tidak banyak yang mati. Ikan akan berkumpul di bak-bak (kubangan) penangkapan atau dalam saluran, kemudian diserok/ditangkap.
Setelah panen selesai, kolam pemeliharaan dikeringkan dan dilakukan persiapan kembali untuk pemeliharaan berikutnya.

Sumber : Dinas Perikanan Provinsi Jabar, 2008
Selanjutnya..

Budi Daya Ikan Mas

Budi daya Ikan Mas memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan karena ikan mas memiliki cita rasa yang cukup tinggi, sehingga banyak disukai oleh konsumen. Daging ikan mas yang putih dan lunak memungkinkan untuk dicerna oleh semua umur. Di beberapa rumah makan dengan mudah dijumpai masakan dengan bahan ikan mas karena memang cukup populer. Selain itu ikan mas juga dikenal memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat sehingga sangat baik untuk dibudidayakan. Dalam masa pemeliharaan 4 sampai 5 bulan ikan mas bisa mencapai bobot 500-1000 gr/ekor. Selain itu Ikan Mas sudah cukup poluler di tengah masyarakat sehingga mudah dalam memasarkannya.Ikan mas (Cyorinus carpio, L.) merupakan spesies ikan air tawar yang termasuk dalam famili Cyprinidae, sub ordo Cyprinoidea, Ordo Ostariophysi sub kelas Teleostrei. Ikan Mas sudah lama dibudidayakandan terdomestikasi dengan baik di dunia. Diantara jenis ikan air tawar ikan mas merupakan ikan yang paling populerdi masyarakat. Selain dikenal dengan nama ikan mas, ikan ini dikenal dengan nama dengan nama Ikan Karper ataupun ikan tombro. Kini telah banyak dikenal ras persilangan ikan mas antara lain Ikan mas merah, Si Nyonya, Taiwan, Majalaya, kaca, Kumpai dan lain-lain.

PERSYARATAN BUDI DAYA IKAN MAS
Di alam aslinya ikan mas hidup di perairan sungai, danau maupun genangan air lainnya yang berada pada ketinggian 150-600m dpl, dengan suhu air berkisar 20 derajat sampai 25 derajat celcius. Ikan mas termasuk hewan Omnnivora atau pemakan segala sehingga di alam makanan Ikan mas berupa daun-daunan, lumut, serangga, cacing dan lain sebagainya. Pada model budi daya ikan mas lingkungan pemeliharaan dibuat menyerupai alam aslinya.

Model budi daya ikan mas bisa dipelihara dalam Kantong Jaring Apung, Kolam air deras, kolam tanah, kolam beton dan lain-lain tergantung ketersediaan lokasi. Makanan dalam budi daya ikan mas juga bermacam-macam mulai dari pemberian pakan alami sampai pemberian pelet buatan pabrik. Yang perlu diperhatikan adalah kualitas air pada media untuk budi daya ikan mas seperti PH air yang harus berada pada kisaran 7-8, kandungan oksigen terlarut yang cukup dan bebas dari kandungan zat kimia berbahaya.

MODEL BUDI DAYA IKAN MAS
Peluang usaha budi daya ikan mas dapat dipilih sesuai kondisi dan keinginan. ada beberapa peluang usaha dalam budi daya ikan mas ini yaitu pembibitan dan pembesaran ikan mas untuk keperluan konsumsi.

1. USAHA PEMBIBITAN IKAN MAS
Pembibitan ikan mas memiliki prospek yang cukup cerah, karena perputaran modal yang cukup cepat. Penyediaan bibit ikan mas dimulai dari burayak ikan mas baru saja menetas, burayak usia sekitar satu bulan, burayak usia dua bulan. Pada setiap usia ikan mas memiliki potensi ekonomi.

PERSIAPAN INDUK IKAN MAS
Induk ikan mas yang akan dipijahkan dipelihara di kolam khusus secara terpisah antara jantan dan betina. Pakan yang diberikan berupa pellet dengan kandungan protein 25%. Dosis pemberian pakan Ikan mas sebanyak 3% per bobot biomas per hari. Pakan tersebut diberikan 3 kali/hari. Ikan Mas betina yang diseleksi sudah dapat dipijahkan setelah berumur 1,5 – 2 tahun dengan bobot >2 kg. Sedangkan induk jantan berumur 8 bulan dengan bobot > 0,5 kg. Untuk membedakan jantan dan betina dapat dilakukan dengan jalan mengurut perut kearah ekor. Jika keluar cairan putih dari lubang kelamin, maka ikan mas tersebut jantan.

Ciri-ciri ikan mas betina yang siap pijah atau matang gonad adalah:
- Pergerakan ikan lamban
- Pada malam hari sering meloncat-loncat
- Perut membesar/buncit ke arah belakang dan jika diraba terasa lunak
- Lubang anus agak membengkak/menonjol dan berwarna kemerahan

Sedangkan ciri-ciri untuk ikan mas jantan gerakan lincah dan mengeluarkan cairan berwarna putih (sperma) dari lubang kelamin bila dipijit.

PEMIJAHAN IKAN MAS
Dalam proses pemijahan ikan mas , ikan dirangsang dengan cara membuat lingkungan perairan menyerupai keadaan lingkungan perairan umum dimana ikan ini memijah secara alami atau dengan rangsangan hormon. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pemijahan ikan mas adalah :
- Mencuci dan mengeringkan wadah pemijahan (bak/kolam)
- Mengisi wadah pemijahan dengan air setinggi 75-100 cm
- Memasang hapa untuk mempermudah panen larva di bak atau di kolam dengan ukuran 4 x 3 x 1 meter. Hapa dilengkapi dengan pemberat agar tidak mengambang.
- Memasang kakaban di tempat pemihajan (dalam hapa). Kakaban dapat berupa ijuk yangdijepit bambu/papan dengan ukuran 1,5 x 0,4 m.
- Memasukkan induk Ikan Mas jantan dan betina siap pijah. Jumlah induk Ikan Mas betina yang dipijahkan tergantung pada kebutuhan benih dan luas kolam yang akan digunakan dalam pendederan. Satu Induk Ikan Mas betina dipasangkan dengan 2 atau tiga ikan mas jantan atau bahkan lebih tergantung bobot indukan betina.
- Mengangkat induk yang memijah dan memindahkannnya ke kolam pemeliharaan induk .
Setelah telur berusia kurang lebih 4 hari maka telur ikan mas akan menetas menjadi larva , beberapa saat setelah menetas larva masih mendapatkan suplai makanan cadangan dari telur, setelah itu perlu diberi makanan tambahan berupa pelet untuk larva, kutu air atau kuning telur rebus. Setelah kurang lebih lima hari larva ikan mas siap ditebar di kolam pembenihan.

PENDEDERAN IKAN MAS
Setelah larva cukup kuat saatnya untuk melakukan pendederan ikan mas, bisasanya dilakukan pada kolam lumpur atau sawah meski bisa juga dilakukan pada kolam semen. Persiapan kolam tanah adalah dengan meratakan tanah dasarnya, tebarkan 10 – 15 karung kotoran ayam, isi air setinggi kurang lebih 40 cm dan rendam selama 5 hari tanpa aliran air. Hal ini dimaksudkan agar plankton dan sumber makanan alami ikan mas tumbuh di kolam pendederan. Untuk ukuran kolam lumpur 100 m2 tebar 100.000 ekor larva pada pagi hari, berikan makanan tambahan berupa tepung pelet atau pelet yang telah direndam. Pada usia telah mencapai 3 minggu bibit ikan mas siap dipanen, untuk dijual atau dipelihara kembali pada kolam berbeda. Hal yang sama dilakukan untuk membesarkan benih ikan mas pada ukuran yang lebih besar, hanya saja kepadatan ikan perlu dikurangi.

2. USAHA PEMBESARAN IKAN MAS
Usaha pembesaran ikan mas merupakan upaya memenuhi kebutuhan permintaan ikan mas konsumsi, ikan mas konsumsi bisa bervariasi mulai ukuran 300 gram sampai 1 kg. Usaha pembesaran ini bisa dilakukan di Kolam Lumpur, Keramba Jaring apung atau Kolam Air Deras.

PEMBESARAN IKAN MAS DI KERAMBA JARING APUNG
Pembesaran Ikan Mas dapat dilakukan dalam keramba Jaring Apung yang biasa dipasang di perairan umum. Pemilihan lokasi penempatan jaring dalam suatu perairan akan sangat menunjang berhasilnya proses produksi. Beberapa karakteristik perairan yang tepat antara lain : Air bergerak dengan arus terbesar, tetapi bukan arus kuat, Penempatan jaring dapat dipasang sejajar dengan arah angin, Badan air cukup besar dan luas sehingga dapat menjamin stabilitas kualitas air, Kedalaman air minimal dapat mencapai jarak antara dasar jaring dengan dasar perairan 1,0 meter, Kualitas air mendukung pertumbuhan seperti suhu perairan 270C sampai 300C, oksigen terlarut tidak kurang dari 4,0 mg/l, dan kecerahan tidak kurang dari 80 cm.

Satu unit Keramba Jaring Apung minimal terdiri dari kantong jaring dan kerangka jaring. Dimensi unit jaring berbentuk persegi empat dengan ukuran kantong jaring 7 x 7 x 3 M3 atau 6 x 6 x 3 M3. Satu unit Keramba Jaring Apung terdiri empat set kantong dan satu set terdiri dari dua lapis kantong Bagian badan kantong jaring yang masuk kedalam air 2,0 sampai 2,5 meter. Kerangka jaring terbuat dapat dibuat dari besi atau bambu dan pelampung berupa steerofoam atau drum. Bahan kantong jaring berasal dari benang Polietilena.
Frekuensi pemberian pakan minimal dua kali per hari. Sedangkan cara pemberian pakan agar efektif disarankan menggunakan Feeding Frame yang dapat dibuat dari waring dengan mesh size 2,0 mm berbentuk persegi empat seluas 1,0 smpai 2,0 m2. Alat ini di pasang di dalam badan air kantong jaring pada kedalaman 30 sampai 50 cm dari permukaan air. Dengan penebaran bibit seberat 300 kg dalam waktu 3 bulan akan menghasilkan ikan mas konsumsi 1.5 sampai 2 ton.

USAHA PEMBESARAN IKAN MAS DI KOLAM AIR DERAS
Pemeliharaan ikan mas di kolam air deras harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain lokasi dekat dengan sumber air (sungai, irigasi, dan lain-lain.) dengan topografi yang memungkinkan air kolam dapat dikeringkan dengan cara gravitasi, kualitas air yang digunakan berkualitas baik dan tidak tercemar (kandungan oksigen terlarut 6-8 ppm) dan dengan debit air minimal 100 liter permenit.

Bentuk kolam air deras bermacam macam tergantung kondisi lahan, bisa segitiga, bulat maupun oval. Ukurannya bervariasi disesuaikan dengan kondisi lahan dan kemampuan pembiayaan. Umumnya KAD berukuran 10-100 m 2 dengan kedalaman rata-rata 1,0 – 1,5 meter. Dinding kolam tidak terkikis oleh aliran air dan aktivitas ikan . Oleh karena itu harus berkontruksi tembok atau lapis papan. Dasar kolam harus memungkinkan tidak daerah mati aliran (tempat dimana kotoran mengendap). Oleh karena itu kemiringan kolam harus sesuai (sekitar 2 – 5 %).Padat tebar ikan ukuran 75 -150 gram/ ekor sebanyak 10 – 15 kg /m3 air kolam . Dosis pakan yang diberikan sebanyak 4% bobot biomass /hari. Frekuensi pemberiannya 3 kali/hari.

USAHA PEMBESARAN IKAN MAS DI KOLAM LUMPUR
Jika tidak memungkinkan dibesarkan pada Jaring apung atau air deras ikan mas bisa dibesarkan di kolam tanah. Kolam ukuran 1.000 m2, diolah,dan ditebarkan kotoran ayam kemudian diisi air setinggi 60 cm dan rendam selama kurang lebih 5 hari. Benih ikan mas seberat 100 kg dimasukkan ke dalam kolam, beri pakan 3 sampai persen dari berat benih ikan mas setiap hari, Panen dapat dilakukan panen setelah 3 bulan. Dengan model pemeliharaan seperti ini kolam dapat menghasilkan ikan konsumsi sebanyak 400 – 500 kg.

Sumber:
1. http://www.iaspbcikaret.org
2. http://www.mustang89.com
3. http://galeriukm.web.id
Selanjutnya..

PRESS RELEASE SOSIALISASI DAN ASISTENSI PELEMBAGAAN PUMP – P2HP

    Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan atau yang disebut PUMP – P2HP merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dimana salah satunya melalui fasilitasi bantuan pengembangan usaha bagi pengolah dan pemasar hasil perikanan dalam wadah Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR). PUMP – P2HP dilaksanakan atas dasar amanat Menteri Kelautan dan Perikanan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER. 21/MEN/2010 tentang Pedoman Pelaksanaan PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan.

    POKLAHSAR merupakan kelembagaan masyarakat kelautan dan perikanan bidang pengolahan dan pemasaran sebagai penerima bantuan PUMP – P2HP. PUMP-P2HP bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penyerapan tenaga kerja dan mengembangkan wirausaha bidang pengolahan dan pemasaran di pedesaan. Pada tahun 2011, target sasaran penerima bantuan PUMP – P2HP sebanyak 408 POKLAHSAR tersebar di 51 Kabupaten/Kota.
    Sesuai arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, bantuan PUMP – P2HP saat ini diprioritaskan untuk mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan yang memiliki nilai tambah yaitu pengolahan abon ikan, kerupuk ikan, bakso ikan, kaki naga, sosis ikan, nugget ikan, dan aneka olahan rumput laut. Di samping itu, bantuan PUMP – P2HP juga diberikan untuk mengembangkan usaha pemasaran hasil perikanan.
     Penyaluran bantuan PUMP – P2HP akan dibantu oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi sebagai Tim Pembina, Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi kelautan dan perikanan sebagai Tim Teknis dan Tenaga Pendamping yang berada di Kabupaten/Kota penerima PUMP – P2HP. Di tingkat Pusat, PUMP – P2HP dilaksanakan oleh POKJA PUMP – P2HP yang sekretariatnya berada di Direktorat Usaha dan Investasi, Ditjen P2HP.
   Mekanisme penyaluran bantuan PUMP – P2HP akan dilaksanakan secara berjenjang mulai dari Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Pusat, meliputi : identifikasi, seleksi dan verifikasi baik data POKLAHSAR maupun terkait persyaratan dokumen administrasi penyaluran PUMP – P2HP.
     Pemanfaatan bantuan PUMP – P2HP yang telah diterima POKLAHSAR harus segera dimanfaatkan untuk Pembelian Peralatan pengolahan yang telah ditentukan dalam Rencana Usaha Bersama (RUB) POKLAHSAR sesuai dengan kesepakatan kelompoknya. Dalam pemanfaatan bantuan tersebut, peran Tenaga Pendamping sangat dituntut keahliannya dalam membina kelompok tersebut, sehingga bantuan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan para anggota kelompok.
     Untuk menyamakan persepsi, cara pandang dan langkah-langkah operasional dalam rangka implementasi pelaksanaan PUMP P2HP, maka dilaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Asistensi Pelembagaan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (PUMP – P2HP) pada tanggal 16 s/d 18 Februari 2011 bertempat di Hotel Jayakarta Lombok, Jl. Raya Senggigi Km.4, Mataram, Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Peserta kegiatan ini adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi se Indonesia dan 51 Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi Kelautan dan Perikanan penerima PUMP P2HP.
Selanjutnya..

SDM Bidang Perikanan

Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung Barat mempunyai beberapa orang staff yang berfungsi untuk menjalankan kegiatan seputar bidang perikanan di Kabupaten Bandung Barat. Adapun Staff yang terdapat di Bidang Perikanan Kabupaten Bandung Barat :



Nama


Jabatan


Status

drh. ADIYOTO
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Bandung Barat
PNS
Ir. Heri Heryana, MT
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Bandung Barat
PNS
Chandra Suwarna, A.Pi, M.Si
Kepala Bidang Perikanan
PNS
Nilla Kusumawati, A.Pi, M.Si
Kepala Seksi Produksi Ikan
PNS
Lilis Hasanah, SP
Kepala Seksi Perbenihan Ikan
PNS
Yusuf Sopandi, BA
Kepala Seksi Kesehatan Ikan dan Lingkungan
PNS
Ir.Sahrir
Staff Bidang Perikanan
PNS
Sugandi, S.ST
Penyuluh Perikanan
PNS
Dadang Halim
Penyuluh Perikanan
PNS
Dindin Rustandi, A.Md
Penyuluh Perikanan
PNS
Restu Febrianto, A.Md
Penyuluh Perikanan
PNS
Yeni R Surenggani, A.Md
Penyuluh Perikanan
PNS
Dian Sofia A Sitorus, Amd
Penyuluh Perikanan
PNS
Devita Madurisyanti
Staff Bidang Perikanan
Tenaga Kontrak
Ahmad Munir, S.Sos
Staff Bidang Perikanan
Tenaga Kontrak
Selanjutnya..

Sarana dan Prasarana

     Untuk menunjang penyediaan benih yang diperlukan bagi pengembangan budidaya perikanan air tawar, maka pemerintah daerah kabupaten bandung barat akan membangun balai benih ikan yang berlokasi di kecamatan cipeundeuy yang sampai saat ini masih dalam tahap pembangunan.

     Selain itu saat ini telah berkembang pula panti benih ikan (hatchery) swasta yang secara keseluruhan jumlah dan kapasitas produksinya seperti pada Tabel berikut ini.

Data Sarana dan Prasarana Perikanan Kabupaten Bandung Barat
Data UPR per Desa di Kabupaten Bandung Barat
No
Kecamatan
No
Desa
Jumlah UPR
1
Cililin
1
Bongas
8
Unit


2
Rancapanggung
1
Unit


3
Batulayang
3
Unit
2
Padalarang
4
Jaya Mekar
2
Unit


5
Kertajaya
1
Unit
3
Ngamprah
6
Sukatani
1
Unit


7
Gadobangkong
1
Unit
4
Gununghalu
8
Sirnajaya
4
Unit


9
Bunijaya
4
Unit
5
Rongga
10
Cibedug
1
Unit
6
Cipeundeuy
11
Sukahaji
2
Unit


12
Jati Mekar
2
Unit


13
Margalaksana
3
Unit


14
Nyenang
1
Unit


15
Nangeleng
1
Unit


16
Cipeundeuy
3
Unit
7
Cipongkor
17
Cijenuk
1
Unit
8
Cihampelas
18
Mekarmukti
1
Unit
Jumlah
40
Unit
Data Hatchery di Kabupaten Bandung Barat
No
Kecamatan
No
Desa
Jumlah Hatchery
Kepemilikan
1
Cililin
1
Bongas
1
Unit
Pemda KBB
2
Cijenuk
2
Cipongkor
1
Unit
Swasta
Jumlah
2
Unit

Data BBI di Kabupaten Bandung Barat
No
Kecamatan
No
Desa
Jumlah BBI
Kepemilikan
1
Cisomang
1
Cikalong Wetan
1
Unit
Pemda KBB






Sedang Pembangunan 
Jumlah
1
Unit



Data Unit Keramba Jaring Apung Percontohan Kabupaten Bandung Barat

No
Kecamatan
No
Desa
Jumlah KJA
Kepemilikan
1
Cipeundeuy
1
Gandasoli
1
Unit
Pemda KBB






Jumlah
1
Unit

Selanjutnya..